You are here:

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Powered by RS Web Solutions

Search

Customer Suport [24 jam ]

Login / Register



Testimonial

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Powered by RS Web Solutions

Banner
Banner

Visitor Maps

Site Statistic

Content View Hits : 1396376

Who,s Online

We have 161 guests and 8 members online
FOTO FOTO MAHARANI MEMINTA MAAF
Thursday, 07 February 2013 10:42

Maharani Suciyono alias Rani meminta maaf pada kampus (yang nama kampusnya ia rahasiakan), karena penangkapan dirinya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus korupsi suap daging sapi impor telah mencoreng lembaga tempatnya menimba ilmu.

"Rani meminta maaf pada pihak kampus karena merusak nama kampus. Dan Rani meminta maaf kepada kaum perempuan yang berpikir negatif kepada Rani," katanya, pada konferensi pers di Hotel Nelendra, Jakarta Timur, Selasa malam (5/2).

Selain meminta maaf kepada pihak kampus, Rani juga meminta maaf kepada kedua orangtuanya, serta seluruh keluarga besarnya, karena telah menganggu perasaan dan membebani moral mereka.

"Saya ingin meminta maaf kepada ibu dan bapak, karena terganggu secara psikologis," ungkap gadis 19 tahun itu.

Dituturkannya, ia hanya bertemu selama satu jam dengan Ahmad Fathanah di kafe untuk makan malam, sebelum terjadi penangkapan oleh KPK. Ia mengaku bersedia bertemu dengan Fathanah agar tidak dicap sombong.

"Karena saya berfikir positif, agar tidak dipikir sombong. Masa orang mau kenalan aja nggak boleh?" dalihnya.

Rani baru memberikan keterangan persnya malam ini, karena Senin malam kemarin urung menyampaikannya, setelah jatuh pingsan.

Seperti diberitakan, Maharani ditangkap tangan oleh KPK bersama Ahmad Fathanah, yang diduga menjadi perantara mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq, untuk menerima uang suap sebesar Rp 1 milyar. Atas dasar itu, KPK telah menahan Luthfi di Rutan KPK cabang Guntur, Jakarta.

Terkait Suap Impor Daging Sapi, Rani Minta Maaf

Maharani Suciyono Minta Maaf kepada Semua Perempuan

FOTO-FOTO: Maharani Suciyono Meminta Maaf - 20130205_Maharani_Suciyono_Jumpa_Pers_052.jpg

 

TERBUKTI RANI DITANGKAP DI KAMAR HOTEL BUKAN DI CAFE

Maharani Suciyono alias Rani (19), mahasiwi yang ikut dibawa KPK saat operasi tangkap tangan kasus suap impor sapi ternyata ditangkap di kamar hotel Le Meriden bersama Fathanah, Selasa (29/1). Rani bukan ditangkap di café hotel seperti yang diberitakan.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad memastikan penangkapan di kamar itu usai rapat dengan Komisi III DPR di Jakarta, kemarin.

Samad menyatakan pihaknya tak memiliki video syur soal apa yang terjadi di kamar antara Rani dan Fathanah, orang kepercayaan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq. Namun, KPK bisa memastikan bahwa keduanya ditahan di dalam kamar.

"Di dalam kamar itu ditemukannya. Di kamar lah. Kamarnya diketuk itu," kata Abraham, Rabu (6/2).

Malam itu, kata Abraham penyidik KPK yang sudah mengikuti Fathanah, mengetuk pintu kamar hotel. Fathanah kemudian membuka pintu kamar. "Terus sama (ada) perempuan itu," jelasnya.

Abraham menuturkan, tak ada sesuatu yang tak pantas saat petugas KPK masuk ke kamar mereka. "Nggak mungkin, pasti ada yang selimuti," jawab Abraham.

Abraham juga menepis soal isu adanya rekaman gambar saat penangkapan. "Dipastikan nggak ada. Karena KPK nggak boleh melakukan itu," tegasnya.

Rani bersama Fathanah diamankan pada Selasa (29/2) malam. Rani berstatus saksi. Dia tak terlibat kasus yang membelit Fathanah yang dugaan suap impor sapi. Dalam konferensi pers Rani mengklaim dia dibawa penyidik KPK saat bersama Ahmad Fathanah di kafe dalam Hotel Le Meridien, Jakarta.

Pernyataan Rani ini juga dibantah sejumlah staf Hotel Le Meridien.

Salah seorang, petugas kafe yang enggan dituliskan namanya mengaku tidak ada penangkapan di kafe.

Disebutkannya, di Hotel Le Meridien ada dua kafe yakni La Brasserie dan Rendes-Veus. Selain itu ada sebuah klub bernama 30. Semua petugas di kafe-kafe itu memastikan bahwa penangkapan terjadi di salah satu kamar.

"Saya lihat beberapa orang turun ke lobi dari atas dan langsung ke tempat parkir," kata petugas tersebut. Saat penangkapan berlangsung, kondisi lobi ramai. "Sempat menarik perhatian," katanya.

Senada dengan itu satpam Le Meriden, Din mengaku sempat melihat sekitar 20-an anggota KPK turun dari tempat parkir Basement 1 ke Basement 2 jalan kaki.

Sebelum memasuki mobil, rombongan itu sempat berhenti sejenak dan seperti berunding. Penasaran Din mendatangi mereka dan menanyakan ada apa. "Salah seorang pria berkata, kami dari KPK," katanya.

Din tidak berani bertanya banyak karena mereka terlihat sangat serius. Sekitar pukul 20.00 WIB, mereka meninggalkan tempat parkir. Belakangan Din baru tahu lewat media bahwa ada penangkapan.

Dari rekannya sesama satpam, Din baru tahu ada penggrebekan di salah satu kamar. "Saya lihat mereka bawa cewek juga yang ditangkap," katanya.

 

 

ARTIKEL LAINNYA


BACK TO PENYADAP HANDPHONE

Share