You are here:

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Powered by RS Web Solutions

Search

Customer Suport [24 jam ]

Login / Register



Testimonial

In order to view this object you need Flash Player 9+ support!

Get Adobe Flash player

Powered by RS Web Solutions

Banner
Banner

Visitor Maps

Site Statistic

Content View Hits : 1396121

Who,s Online

We have 179 guests and 8 members online
AGEN MOSSAD ISRAEL RELA BERSETUBUH DENGAN MUSUH
Wednesday, 28 November 2012 09:26

Para agen rahasia dibekali prinsip menggunakan segala cara untuk memperoleh informasi soal kelemahan dan kekuatan musuh. Dari cara paling mengenakkan, seperti berhubungan seks, hingga menyiksa.

Dasar itu pula yang harus dipegang mata-mata Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel). Tentu saja, seks menjadi senjata andalan kaum perempuan. Karena itu pula, Rabbi Ari Shvat mengeluarkan fatwa: agen Mossad perempuan boleh bersetubuh dengan musuh untuk mencapai misinya

Kesimpulan rabbi dari Tzomet Institute itu berdasarkan hasil kajian yang dilansir awal bulan ini. “Dibolehkan berhubungan badan dalam beberapa kasus ekstrem dan jarang jika itu merupakan solusi paling cepat dan efisien untuk memperoleh informasi atau menghentikan tindakan membahayakan negara,” kata Rabbi Shvat, seperti dilansir surat kabar Haaretz dua tahun lalu.

Ia mendasarkan fatwanya pada cerita-cerita yang digali dari sejarah kaum Yahudi zaman dulu. Seperti yang dilakoni Ratu Esther yang melayani hasrat Raja Ahashverosh untuk menyelamatkan bangsa Yahudi pada tahun 500 Sebelum Masehi.

Contoh paling mutakhir diterapkan terhadap pembocor nuklir Israel Mordechai Vanunu. Bekas teknisi nuklir di reaktor Dimona itu berhasil dibekuk di Ibu Kota Roma pada 1986 setelah terbuai bujuk rayu dan kehangatan tubuh agen Mossad perempuan. Selentingan soal misi syahwat itu juga muncul dalam kasus terbunuhnya salah satu pentolan Hamas Mahmud al-Mabhuh di Dubai, Uni Emirat Arab, Januari tahun ini.

Yang disarankan memakai taktik seks adalah agen lajang. Mereka juga tidak perlu meminta izin rabbi untuk itu. “Jika harus menggunakan agen bersuami, lebih baik suaminya menceraikan dia dulu. … Setelah itu rujuk lagi,” ujar Rabbi Shvat.

Tentu saja ada persyaratan mutlak agar misi syahwat itu berhasil. Sang agen perempuan mesti berwajah memikat dan memiliki lekuk tubuh aduhai. Dijamin korbannya akan bertekuk lutut. Dengan seks, kedua pihak sama-sama diuntungkan.

 

Ketika perempuan menjadi agen Mossad

Mantan menteri luar negeri Tzipi Livni yang pernah bertugas di Paris semasa menjadi anggota Mossad pada 1980-1984. dituding pernah bercinta dengan sejumlah tokoh Arab-Palestina. Strategi ini dijalankan buat mengorek informasi rahasia bisa membahayakan negaranya.

 

WAWANCARA DENGAN AGEN MOSSAD WANITA

 

Untuk pertama kalinya sejak Mossad dibentuk pada 1951, badan intelijen itu mengizinkan media buat mewawancarai agen (katsa) mereka. Tentu lewat prosedur berbelit. Paling mengejutkan kelima katsa senior ini sudah bersuami dan beranak. Salah satunya adalah Efra (nama samaran) yang menjabat wakil kepala sebuah divisi, komandan perempuan paling senior di Mossad. Dia memimpin agen lelaki lulusan dari unit-unit elite angkatan darat dan bahkan pilot tempur. Dia bertemu suaminya dalam sebuah operasi. Pasangan ini telah dikaruniai tiga anak. Atas prestasi-prestasinya, dia dianugerahi the Israel Security Prize.

Perempuan-perempuan ini bekerja secara sembunyi-sembunyi dan merupakan agen senior Mossad (dinas rahasia luar negeri Israel). Mereka cerdas, berani, kreatif, memiliki keahlian mumpuni soal senjata mutaknhir, bahasa asing, dan bermental baja.

Ancaman selalu membayangi nyawa mereka, keluarga mereka, dan bahkan kebebasan mereka. Mereka menghilang dari rumah dan muncul dengan pelbagai identitas. Kehidupan mereka bagai bunglon. Suatu hari bisa menjadi perempuan karir, lain waktu menyamar sebagai pedagang asongan. Mereka bekerja di luar, tanpa kantor. Mereka di jalanan sepanjang waktu, berganti identitas, dan sepanjang waktu pula beroperasi di negara musuh.

Fisik mereka harus tangguh lantaran tugas mereka sulit diprediksi. Seorang katsa perempuan bisa saja tidak tidur lima hari lima malam ketika mengintai sasaran. Perhatian sepenuhnya harsu ditujukan terhadap target, tidak boleh lolos dari pengawasan.

Berikut petikan wawancara dengan efrat

Bagaimana rasanya menjalankan misi di negara musuh?

Jika saya beroperasi di negara musuh dan saya ditangkap, habislah saya. Risiko menjalankan misi di negara bersahabat juga tidak berbeda, Anda bisa dipenjara seumur hidup. Kesiapan mengorbankan diri buat keamanan negara ini adalah sesuatu yang kami sadari semua.

Apakah ada perbedaan gaji antara katsa lelaki dan perempuan?

Saya bahkan bersedia bekerja tanpa dibayar. Tiap orang bergabung dengan Mossad mendapat pemotongan gaji dilihat dari hasil kerja sebelumnya.

Bagaimana pengalaman di Mossad mengubah Anda?

Ini satu-satunya lingkungan kerja di Israel yang membuat perempuan bisa merasakan pertempuran, menyadari kemampuan mereka buat membela negara ini sama dengan lelaki, seperti pilot tempur perempuan. Di tempat kerja lain tidak ada yang seperti ini.

Apa yang membuat Anda bangga menjadi agen Mossad?

Mossad telah mengajarkan kami tidak ada yang mustahil. Mereka mendidik kami untuk bersemangat buat menerobos keterbatasan, menjadi lebih baik, dan melakukan apa yang disebut ketidakmungkinan harian. Anda harus menganggap itu sesuatu yang menyenangkan dan melakukan atas dasar kerelaan. Jika Anda tidak menikmati itu, Anda tidak bisa melakukan.

Ketika menghadapi situasi berbahaya, bagaimana Anda mengatasi rasa takut?

Mossad mengajarkan Anda tidak mustahil buat mengatasi rasa takut. Dalam sebuah operasi, Anda tidak memusatkan perhatian pada rasa takut, namun sibuk untuk mencari cara untuk berhasil. Sebaliknya, rasa takut bisa menjadi hambatan.

Bagaimana Anda menyikapi sebuah kegagalan?

Kami pernah gagal dalam beberapa misi. Anda seolah berhenti bernapas, tapi akhirnya Anda menyadari itu bagian dari permainan. Sebagai komandan, saya merasa terpukul jika anak buah saya gagal melaksanakan tugas. Tapi kegagalan itu mengajarkan kami siapa tidak pernah jatuh, tidak akan pernah bangkit. Anda tidak harus takut atas kegagalan. Kegagalan merupakan pengalaman terbaik.

Apa kesalahan terbesar pernah Anda lakukan selama menjadi agen Mossad?

Krisis terjadi ketika Anda membuat keputusan salah buat yang lain. Dalam sebuah situasi berbahaya, anak buah saya berusaha menyingkir, tapi saya memutuskan mereka tetap bertahan. Ini menjadi dilema yang berat menghantui saya sampai hari ini. Sampai hari ini, saya masih memikirkan soal itu.

Apakah katsa perempuan boleh menggunakan seks sebagai senjata?

Kami menggunakan feminitas kami karena semua cara dibolehkan. Namun jika kami sampai berpikir cata terbaik untuk mencapai sasaran adalah seranjang dengan kepala biro Ahmadinejad , tidak ada seorang pun di Mossad membiarkan kami melakukan hal itu.

Share